Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS
● online
CS
● online
Halo, perkenalkan saya CS
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Penerbit ❯ Menerbitkan berbagai jenis buku
  • Percetakan ❯ Menerima order cetakan
  • ISBN ❯ Buku yang kami terbitkan ber-ISBN
  • Jasa ❯ Menerima jasa desain
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Uncategorized » Satu Kata di Telapak Tangan Rahwana
click image to preview activate zoom
Diskon
18%

Satu Kata di Telapak Tangan Rahwana

Rp 78.000 Rp 95.000
Hemat Rp 17.000
Stok Tersedia
Kategori Uncategorized
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Satu Kata di Telapak Tangan Rahwana

Lampu-lampu di panggung sudah mati. Gamelan telah berhenti. Tapi di kepalaku, langkahmu masih menari.

Tak ada yang tersisa di panggung itu kecuali debu, jejak kaki yang samar, dan kursi-kursi kosong yang pernah menyaksikan segalanya. Di sanalah dulu kita berdiri. Bahu ke bahu. Napas kita satu irama. Aku Rama, kau Rahwana. Tapi jauh sebelum cerita itu dimainkan, kita lebih dari sekadar tokoh. Kita saudara. Kawan.

Dan mungkin, bayangan satu sama lain.

Aku masih mengingat bagaimana cahaya jatuh di tubuhmu. Bagaimana matamu menyalakan bara di dalamku. Tapi tak ada satu pun naskah yang mengajarkan bagaimana menghadapi jarak yang tak tertulis. Tak ada pelatih yang memberi aba-aba, bagaimana jika kita—yang pernah menyatu dalam gerak—
harus asing dalam diam.

Kita di panggung yang sama, tapi tak lagi bicara. Tak lagi saling menunggu saat musik berhenti. Kau menari sendirian dalam amarah. Aku berlatih dalam diam.

Waktu berjalan. Gamelan tak lagi berbunyi. Tapi satu bab dalam hidupku masih tertinggal: bab tentangmu.

Dan malam itu, saat api menyala di panggung dan semua Satu Kata di Telapak Tangan Rahwana mata tertuju ke tengah arena, aku tahu, ini bukan sekadar pertunjukan. Ini perhitungan terakhir. Bukan antara Rama dan Rahwana, tapi antara aku dan kamu—dua jiwa yang pernah saling menjaga, lalu saling melepaskan.

***********
Kisah ini bukan tentang siapa menang. Tapi tentang siapa yang tetap berdiri meski tubuhnya telah dipenuhi luka yang tak terlihat.

Jika kelak seseorang bertanya, siapa tokoh utama dari cerita ini, maka jawabanku kita berdua. Di panggung yang sama. Dalam peran yang tak lagi sama.

Satu Kata di Telapak Tangan Rahwana

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 303 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: